Banda Aceh - Rencana pembelian pesawat baru menggunakan APBA viral dibicarakan warga Aceh saat ini. Pemberitaan rencana pembelian pesawat udara oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dimuat di media cetak dan online.

Irwandi sudah memberikan penjelasan di halaman facebook miliknya setelah muncul polemik rencana pembelian pesawat.


“PERLUKAH ACEH MENJAGA KEKAYAAN LAUTNYA?

ACEH mempunyai Perairan Laut yang sangat luas. Tiga sisi Aceh berbatasan dengan laut. Laut Aceh banyak dihuni oleh ikan-ikan yang sangat mahal. Banyak kapal pencuri ikan datang ke perairan Aceh untuk menguras hasil laut Aceh. Ikan di laut Aceh habis bukan karena ditangkap oleh nelayan Aceh, tetapi habis karena dicuri oleh nelayan illegal yang datang dari mancanegara. Kerugian mencapai puluhan triliun setiap tahun.

Kamla dan Angkatan Laut tidak mampu mengawal laut kita. Kira memerlukan patroli laut yang masif, cepat, dan murah. Kita perlu pesawat udara yang dilengkapi dengan alat penjejak kapal penangkap ikan illegal. Harga pesawat itu hanya Rp 2 Milyar/unit. Kita perlu 6 unit.

Membuat pesawat terbang itu tidak selesai dalam satu tahun. Kalau kita order sekarang, akhir tahun 2018 baru selesai. Pada saat order kita harus bayar panjar 30%. Tidak ada panjar tidak ada pesawat. Jadi kalau kita order tahun ini kita harus bayar panjar sekitar Rp 4.5 M untuk 6 pesawat. Pilot yang kita sekolahkan ada 15 orang. Alat VMS ada pada Ibu Susi.

Jika kita berhasi menghalau separuh saja dari kapal pencuri ikan maka triliunan rupiah kekayaan laut Aceh terselamatkan oleh kegiatan patroli 6 unit pesawat terbang Aceh yang total harganya Rp 12 M untuk semua pesawat. Pesawat2 ini juga bisa dipakai untuk melacak perahu penyeludup Sabu2 di Selat Malaka.

Disamping itu, pengadaan boat2 patroli cepat bersenjata juga perlu dilakukan untuk bertindak langsung di lautan setelah menerima info dari patroli udara.

Tetapi anggota DPRA mengkritiknya. “


Sebenarnya ada cara lebih mudah dan murah untuk memantau aktivitas ilegal fishing dan ilegal logging di Aceh. Teknologi semakin canggih dan sungguh naif jika kita masih menggunakan cara-cara klasik untuk memantau sesuatu dengan menggunakan pesawat udara.

Salah satu kendala mengoperasikan pesawat udara dibutuhkan biaya awal yang besar untuk penggadaan pesawat, belum lagi biaya operasional pesawat, gaji pilot, dan resiko perjalanan.

Irwandi lebih baik menggunakan teknologi drone yang semakin maju. Selain menghemat biaya, drone bisa beroperasi senyap dan tidak diketahui target. Bayangkan jika pesawat terlihat terbang diatasnya, target pasti curiga dan kabur ke perbatasan.

Kondisi cuaca diatas lautan sulit ditebak, apalagi terbang rendah untuk mengambil foto dan video, ancaman badai dan hujan lebat bisa mengancam jiwa pilot. Solusi yang paling cerdas menggunakan drone. Saat ini banyak drone yang bisa terbang jauh hingga jarak 100 KM. Jarak ini sudah lebih dari cukup untuk memantau adanya ileggal logging dan fishing. Terlalu jauh pun, agak sulit bagi patroli laut untuk mengejar lokasi target.

Irwandi sudah seharusnya membatalkan rencana pembelian pesawat udara dengan uang muka mencapai Rp 10 Miliar. Cukup dengan beli drone tercanggih yang harganya tak sampai 700 juta atau ada yang berkisar Rp 100 Jutaan. Drone ini jauh lebih simpel dan praktis.

Negara adi kuasa, Amerika sudah mulai mengurangi operasional pesawat tempur saat operasi militer. Selain biaya operasional yang besar, sangat beresiko terbangkan pesawat tempur di zona konflik.

Banyak rudal anti jet tempur yang disiapkan lawan mereka, karena itu negeri Paman Sam sudah beralih menggunakan drone untuk menyerang target.

Berikut beberapa drone yang mampu terbang jauh dan bisa menjadi rekomendasi Gubernur Aceh untuk memantau laut dan hutan Aceh. Kita tunggu langkah cerdas Irwandi Yusuf.

Lehmann Aviation LA300AG Drone

Drone Tercanggih Lehmann LA300AG

Harga : Rp . 119,000,000 Jarak kontrol maksimal : 25 KM | Durasi terbang : 30 s.d 40 Menit | Kamera : Multispectral | Website : Lehmann Aviation LA300AG

Lehmann LA300AG merupakan drone UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang sangat direkomendasikan untuk memonitor lahan pertanian dari udara . Drone ini mampu terbang secara mandiri dengan sangat presisi dan dilengkapi sebuah software kontrol yang sangat canggih dan mudah digunakan .

Selain bisa menggunakan kamera GoPro , Drone ini memiliki kamera tersendiri dengan jenis multispectral sehingga foto dan video yang dihasilkan sangat jelas . Melalui Software bernama OperationCenter kalian bisa membuat sebuah FlightPlan sehingga Lehmann LA300AG ini akan terbang sesuai dengan rute yang diinginkan dan akan kembali ke titik awal tanpa harus mengontrolnya melalui remote .

Penguin C UAS Drone

Drone Tercanggih Penguin C UAS Drone

Harga : Rp . 668,000,000 Jarak kontrol maksimal : 100 Km | Durasi terbang : 20+ Jam | Kamera : Opsional | Website : Penguin C UAS Drone

Drone dengan kategori unmanned aircraft system (UAS) ini mampu terbang hingga ketinggian 3000 meter , dengan kecepatan menjelajah hingga 32 m/detik . Dengan menggunakan bahan bakar dan sistem injeksi membuat drone ini mampu terbang dengan mandiri selama lebih dari 20 Jam .

Dilengkapi juga dengan sebuah parasut yang bisa diaktifkan dalam keadaan darurat , sistem kontrolnya menggunakan software pada laptop yang juga memiliki fitur yang sangat lengkap sehingga sangat mudah digunakan .

Drone canggih ini cocok untuk menjelajah dalam waktu yang sangat lama , contohnya untuk memantau kondisi lalulintas atau sekedar merekam video untuk kepentingan produksi film misalnya .

 

(editorial)

Facebook Comments