Banda Aceh - Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PN-KTNA) ke-15 se-Indonesia yang akan berlangsung di Banda Aceh 6-11 Mei 2017 merupakan peluang untuk mempromosikan industri pariwisata Sabang.
Asisten II Pemerintah Aceh yang membidangi Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan Zulkifli HS kepada Antara di Banda Aceh, Kamis menyampaikan, PN-KTNA akan dihadiri sekitar 50.000-an peserta se-Indonesia dan Pemerintah Kota Sabang harus memanfaatkan peluang tersebut dengan optimal untuk mempromosikan potensi wisata yang dimiliki daerah tersebut.
“Dapat dipastikan sekita 30.000-an perserta PN-KTNA se-Indoensia akan berlibur ke Sabang dan Pemerintah Sabang harus memanfaatkan peluang ini untuk mempromosikan potensi wisata daerah tersebut,” kata dia.
Mantan Kepala Bappeda Provinsi Aceh dan Plt Wali Kota Sabang itu juga menyampaikan, Pemerintah Kota Sabang harus memastikan ketersediaan transportasi yang memadai, energi listrik tercukupi dan air bersih terpenuhi.
“Sabang itu daerah kepulauan dan ketiga ini kebutuhan primer semua komponen masyarakat dan para wisatawan, selain itu juga makanan dan kebutuhan lainnya juga harus dipersiapkan dari sekarang agar kebutuhan para wisata terpenuhi,” katanya lagi.
Menurut Zulkifli, berbicara industri pariwisata di Aceh, daerah paling ujung barat Indonesia menjadi barometer dalam pengembangan pariwisata.
Untuk itu, ia berharap pemerintah setempat fokus mengembangkan berbagai fasilitas infrastruktur pendukung tersebut.
“Industri pariwisata merupakan usaha jasa dan kita sebagai penyedia jasa harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap para wisatawan yang berkunjung agar mereka nyaman dan aman ketika berlibur ke Sabang,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menambahkan, ketersedian fasilitas akomodasi seperti hotel di lokasi wisata sebagai salah pendukung utama.
“Pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata harus mendorong pengusaha hotel, home stay, cotagge dan sejenisnya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada setiap wisatawan agar wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Sabang kembali lagi,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang Zulfi Purnawati menyatakan, sebanyak 20 titik (Spot) penyelaman (diving) terbaik yang tersebar di pulau paling ujung barat Indonesia sudah diselami ribuan para penyelam belahan dunia.
“Kita punya 20 titik dive yang tersebar di seluruh Pulau Weh yang sudah diselami ribuan penyelam lokal dan asing dari belahan dunia dan mereka datang langsung dari berbagai negara khusus untuk diving di Sabang,” katanya.
Lokasi penyelaman terbaik meliputi, bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift.
Lalu, Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. “Ini semua sudah diselami oleh penyelam belahan dunia dan hampir saban hari wisatawan asing sangat mudah didapatkan seperti di Pantai Iboih, Gapang, dan Pantai Sumur Tiga.
Ia juga mengakui, di pulau paling ujung barat Indonesia, hampir 98 persen objek wisata bahari tersebut terbentuk dengan sendiri dan masih alami tanpa ada polesan tangan manusia.
“Wisata yang kita jual adalah alam (bahari), di laut kita beragam jenis species ikan mudah didapati, terumbu karangnya pun tidak kurang dari 100 jenis, selain itu juga kita punya objek pemandian air terjun, pemandian kolam air panas Jaboi, wisata religi serta haritage,” ujar dia.
(antara)



















